Keuangan · Panduan
Berapa dana darurat ideal menurut OJK?
Panduan hitung dana darurat: metode pengeluaran × bulan (acuan OJK), alternatif gaji bersih, dan simulasi target cadangan.
Terakhir diperbarui: Juni 2026
Ringkasan
Dana darurat adalah tabungan likuid untuk menutup biaya hidup mendadak: PHK, sakit, perbaikan rumah, atau keterlambatan penghasilan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan literasi keuangan umum merekomendasikan cadangan setara beberapa bulan pengeluaran rutin, bukan beberapa kali gaji kotor.
Panduan ini membantu menentukan target bulan yang realistis dan cara menghitung nominal rupiahnya.
Rekomendasi umum: berapa bulan?
Acuan populer: 3–6 bulan pengeluaran rutin untuk pekerja dengan penghasilan stabil.
Jika penghasilan tidak tetap (freelance, komisi, UMKM), pertimbangkan 6–12 bulan pengeluaran.
Pasangan dua penghasilan dengan pekerjaan stabil bisa mulai dari 3 bulan, tapi evaluasi ulang jika ada tanggungan banyak atau cicilan besar.
Pengeluaran vs gaji bersih
Metode OJK-style: jumlah pengeluaran bulanan × jumlah bulan cadangan. Lebih akurat karena fokus ke biaya hidup nyata.
Metode alternatif: gaji bersih × N bulan. Praktis jika pengeluaran ≈ gaji bersih, tapi kurang tepat jika gaya hidup jauh di bawah penghasilan.
Sertakan cicilan wajib (KPR, kendaraan) dalam pengeluaran. Jangan sertakan investasi jangka panjang atau liburan terencana.
Di mana menyimpan dana darurat?
Harus likuid dan rendah risiko: tabungan, deposito berjangka pendek, atau reksa dana pasar uang dengan penarikan cepat.
Bukan saham atau kripto: volatilitas tinggi bisa menurunkan nilai saat Anda paling butuh uang.
Pisahkan rekening khusus agar tidak tercampur dengan saldo harian.
Langkah hitung dana darurat
Langkah
- 1
Catat pengeluaran bulanan
Makan, transport, cicilan, utilitas, sekolah anak, dll. Rata-rata 3 bulan terakhir.
- 2
Pilih multiplier bulan
Stabil: 3–6. Tidak tetap: 6–12. Sesuaikan profil risiko.
- 3
Kalikan
Target dana darurat = pengeluaran bulanan × jumlah bulan.
- 4
Bandingkan dengan saldo sekarang
Gap = target − tabungan likuid saat ini. Buat rencana sisihkan per bulan.
Rumus
Rumus dasar
Dana darurat = Pengeluaran bulanan × Jumlah bulan cadangan
Alternatif: Gaji bersih × N bulan jika pengeluaran ≈ take-home pay. Kalkulator HitungSemua mendukung kedua metode.
Contoh
Pengeluaran Rp 12 juta/bulan, target 6 bulan. Dana darurat ideal = Rp 72 juta.
Tabungan existing Rp 20 juta. Kekurangan Rp 52 juta.
Jika sisihkan Rp 4 juta/bulan, target tercapai ±13 bulan (belum bunga).
Coba simulasi langsung
Hitung target dana darurat: pengeluaran × bulan (OJK), + cicilan, atau gaji bersih. Perbandingan metode & insight 50/30/20. Gratis, tanpa akun, dengan dasar peraturan di halaman kalkulator.
Buka kalkulator dana daruratPanduan terkait
Istilah pencarian
Topik yang sering dicari
- dana darurat ideal
- berapa dana darurat ojk
- hitung dana darurat
- cadangan keuangan berapa bulan
Pertanyaan umum (FAQ)
Apakah dana darurat sama dengan investasi?(buka)
Tidak. Dana darurat untuk likuiditas darurat. Investasi untuk pertumbuhan jangka panjang dengan risiko.
Apakah cicilan KPR masuk pengeluaran?(buka)
Ya, cicilan wajib harus bisa dibayar saat darurat. Metode pengeluaran × bulan sudah memasukkannya jika Anda catat cicilan.
3 atau 6 bulan untuk saya?(buka)
Pekerja tetap satu sumber penghasilan: mulai 3–6. Freelance atau UMKM: condong ke 6–12.
Apakah BPJS menggantikan dana darurat?(buka)
Tidak. BPJS kesehatan membantu biaya medis, tapi tidak menutup biaya hidup saat kehilangan penghasilan.
Kapan review ulang target?(buka)
Saat penghasilan, cicilan, atau jumlah tanggungan berubah signifikan, atau minimal setahun sekali.
Metodologi dan sumber peraturan dijelaskan di halaman Metodologi.