Investasi · Panduan
Cara hitung bunga majemuk dan nilai investasi di masa depan
Panduan compound interest: pokok, DCA bulanan, imbal hasil, inflasi, target nabung, contoh, dan simulasi investasi gratis.
Terakhir diperbarui: Juni 2026
Ringkasan
Bunga majemuk (compound interest) adalah dasar perencanaan investasi jangka panjang: bunga yang dihasilkan ikut diinvestasikan kembali sehingga pertumbuhan saldo mempercepat seiring waktu.
Panduan ini menjelaskan rumus nilai akhir (FV), setoran rutin bulanan (DCA), mode target balik (berapa nabung per bulan), inflasi untuk nilai riil, dan perbandingan dengan deposito.
Simulasi memakai asumsi imbal hasil konstan. Return reksadana, saham, atau obligasi riil berfluktuasi dan tidak dijamin.
Rumus nilai akhir (lump sum)
FV = PV × (1 + r/n)^(n×t), dengan PV = pokok awal, r = imbal hasil tahunan, n = frekuensi kapitalisasi per tahun, t = tenor tahun.
Semakin sering kapitalisasi (bulanan vs tahunan), nilai akhir sedikit lebih besar pada suku bunga sama (EAR lebih tinggi).
Biaya admin tahunan mengurangi imbal hasil efektif sebelum rumus dihitung.
Setoran rutin (DCA) dan target balik
Setoran bulanan ditambahkan ke portofolio: FV total = FV pokok + FV anuitas setoran.
Mode target balik: input target nilai akhir + tenor, kalkulator hitung setoran bulanan minimum yang dibutuhkan.
Step-up DCA: setoran naik persentase tiap tahun (mis. +10%) untuk simulasi kenaikan gaji.
Inflasi, pajak ilustratif, vs deposito
Nilai riil ≈ nominal ÷ (1 + inflasi)^t. Default inflasi simulasi 2,5% mengacu sasaran BI (PMK 31/2024).
Pajak flat atas keuntungan di akhir tenor bersifat ilustratif; produk riil punya aturan berbeda.
Deposito: bunga lebih rendah, risiko lebih kecil, PPh Final 20% atas bunga (PP 123/2015). Cocok dana darurat jangka pendek.
Langkah simulasi investasi
Langkah
- 1
Tentukan mode
Forward (hitung nilai akhir) atau target (hitung setoran bulanan).
- 2
Isi pokok dan imbal hasil
Nominal awal + asumsi return % p.a. (konservatif vs optimis).
- 3
Tambahkan DCA (opsional)
Setoran bulanan flat atau naik tiap tahun.
- 4
Sesuaikan inflasi & biaya
Lihat nilai riil dan bandingkan dengan deposito di panel hasil.
Rumus
Nilai akhir pokok
FV = PV × (1 + r/n)^(n×t)
Setoran rutin: tambah anuitas biasa FV = PMT × [((1+i)^m − 1) / i].
Contoh DCA 10 tahun
Pokok Rp 10 juta, setoran Rp 1 juta/bulan, imbal hasil 10% p.a., kapitalisasi bulanan.
Total modal ≈ Rp 130 juta; nilai akhir jauh di atas modal karena bunga majemuk.
Dengan inflasi 2,5%, nilai riil lebih rendah dari nominal: daya beli di masa depan perlu dicek.
Coba simulasi langsung
Simulasikan pertumbuhan investasi dengan bunga majemuk. Gratis, tanpa akun, dengan dasar peraturan di halaman kalkulator.
Buka kalkulator investasiPanduan terkait
Istilah pencarian
Topik yang sering dicari
- cara hitung bunga majemuk
- simulasi compound interest
- kalkulator investasi online
- berapa nabung per bulan target
Pertanyaan umum (FAQ)
Apa beda bunga majemuk dan sederhana?(buka)
Majemuk: bunga dihitung atas pokok + bunga sebelumnya. Sederhana: bunga hanya dari pokok awal. Investasi jangka panjang umumnya majemuk.
Berapa imbal hasil realistis?(buka)
Tergantung instrumen. Deposito 4–6%, reksadana campuran historis lebih tinggi tapi volatil. Simulasi adalah asumsi, bukan janji return.
Apa itu mode target balik?(buka)
Anda tentukan target FV (mis. Rp 500 jt) dan tenor; kalkulator hitung setoran bulanan minimum dengan asumsi return.
Apakah inflasi wajib diisi?(buka)
Tidak. Default 2,5% untuk nilai riil. Set 0 jika hanya ingin proyeksi nominal.
Investasi vs deposito?(buka)
Deposito likuiditas terencana, return moderat, PPh 20% bunga. Investasi compound untuk horizon panjang dengan risiko lebih tinggi.
Apakah ini sama dengan kalkulator reksadana?(buka)
Tidak. Kalkulator investasi generik (bunga majemuk). Reksadana DCA memakai NAV, biaya subscription, dan kategori reksa.
Metodologi dan sumber peraturan dijelaskan di halaman Metodologi.